
Sumber: Freepik
Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah. Penduduk di Jawa Tengah umumnya berasal dari suku Jawa. Namun, ada sebagian masyarakat perbatasan yang bersuku sunda. Jawa Tengah dikenal karena kekentalan budayanya sehingga masih memiliki sejumlah rumah tradisional Semarang yang dilestarikan. Penasaran bagaimana ciri khas desain arsitektur rumah tradisional ini? Simak di bawah ini!
Rumah Tradisional Semarang
Sebenarnya, ada empat jenis rumah tradisional di Jawa Tengah, yaitu rumah joglo, rumah berbentuk panggang pe, rumah berbentuk kampung, dan rumah limasan. Namun, tipe rumah tradisional yang paling umum dan populer adalah rumah joglo. Berikut ini ciri-ciri dan karakteristik desain arsitektur rumah joglo yang perlu Anda pahami.
1. Atap Berbentuk Tajug
Ciri khas rumah tradisional Semarang adalah memiliki atap berbentuk tajug. Model tajug ini terinspirasi dari model gunung yang ada di Semarang. Menurut kepercayaan Jawa Kuno, gunung dianggap sebagai tempat tinggal para Dewa yang melindungi masyarakat. Karena itu, orang jaman dahulu menggunakan model atap tajug dengan harapan mendapat perlindungan para Dewa.
2. Pendopo di Halaman Depan
Rumah joglo juga memiliki pendopo di bagian depan rumah yang terpisah. Pendopo ini seperti halaman yang luas dengan dinding yang dibiarkan terbuka. Pendopo ini berperan sebagai tempat untuk bersantai bagi para penghuni rumah. Biasanya tidak ada kursi di pendopo, melainkan tikar sebagai alas untuk duduk.
Desain terbuka di pendopo ternyata memiliki nilai filosofis, yaitu menggambarkan keramahan masyarakat Jawa dan keterkaitannya dengan alam. Ini karena di pendopo Anda bisa mendapatkan udara secara alami dan melihat keindahan lingkungan sekitar.
3. Pringgitan atau Lorong Penghubung
Pringgitan merupakan bagian penghubung antara area pendopo dan bagian dalam rumah. Biasanya, area ini digunakan untuk kegiatan upacara pewayangan maupun acara lainnya. Sementara bagian atap pringgitan dibangun dengan model limasan atau kampung.
4. Omah Dalem
Bagian inti dari desain arsitektur rumah joglo disebut omah dalem. Sebagaimana desain rumah pada umumnya, bagian ini terdiri dari ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, dan dapur.
Namun, pembagian ruangan pada desain rumah joglo cenderung lebih rumit. Bagunan ini biasanya berbentuk persegi panjang dengan atap tajug atau limasan. Sementara lantainya didesain lebih tinggi dari permukaan tanah.
5. Kamar Tidur/Sentong
Kamar tidur di rumah tradisional Semarang disebut sentong. Awalnya, penentuan jumlah kamar tidur ini ditentukan sebanyak tiga kamar, yaitu kamar keluarga, kamar tidur anak, dan kamar tidur tamu. Namun, saat ini desain kamar tidur ini tidak lagi dibatasi. Anda bisa menyesuaikan jumlah kamar tidur sesuai keinginan maupun kebutuhan penghuni rumah.

Rumah tradisional joglo memiliki keunikan yang khas di Semarang. Struktur bangunannya juga didominasi dengan material kayu yang kuat. Jika Anda ingin memiliki hunian dengan material alami, Perumahan Candigolf solusinya. Segera kunjungi Marketing Gallery Candigolf di Candi Golf Boulevard No.1, Jangli – Kasipah, Karanganyar Gn., Kec. Candisari, Semarang, Jawa Tengah. Atau Anda bisa menghubungi nomor telepon: +62 24 850 1000, nomor WhatsApp: +62 818 085 01000, atau melalui Instagram @Candigolf.id.
Referensi: